Tuesday, December 23, 2014

Menteri Pariwisata menargetkan datangkan 10 juta wisatawan mancanegara selama 2015

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan untuk mendatangkan 10 juta wisatawan mancanegara (wisman) selama 2015.

Menpar Arief Yahya di Jakarta, Selasa (23/12), mengatakan kondisi pariwisata Indonesia pada 2014 cukup cerah, untuk itu Kemenpar menetapkan tahun 2015 dengan jumlah kunjungan wisman sebesar 10 juta atau tumbuh sekitar 7-8 persen.

"Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 254 juta perolehan devisa sebesar 12,05 miliar dolar AS dan pengeluaran wisnus Rp201,5 triliun, serta jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 11,3 juta orang," katanya.

Ia mengatakan capaian pariwisata 2014 menjadi pijakan dalam menetapkan target 2019 yang besarnya dua kali kipat.

Secara makro, target 2019 memberi kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8 persen dengan devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja.

Selain itu, target kunjungan wisman meningkat menjadi 20 juta wisman dan wisnus naik menjadi 275 juta, serta daya saing pariwisata Indonesia akan meningkat berada pada peringkat 30 besar dunia.

Pihaknya mencatat capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun 2014 sebesar 9,3 juta wisman.

"Perkembangan kunjungan wisman pada periode Januari hingga Oktober sebesar 7.755.616 wisman," katanya.

Adapun capaian wisman pada Oktober 2014 sebanyak 808.767 wisman atau tumbuh 12,34 persen dan apabila capaian pada November dan Desember 2014 signifikan, maka target akhir tahun ini optimistis tercapai.

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2014 sebanyak 251juta perjalanan.

Menpar menjelaskan capaian pariwisata di bidang ekonomi pada tahun 2014 antara lain; kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 4,01 persen; devisa yang dihasilkan oleh pariwisata sebesar 10,69 miliar dolar AS. Kemudian, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 10,3 juta orang, dan daya saing pariwisata Indonesia tahun 2013 berada di ranking 70 dunia menurut World Economic Forum (WEF).

Menpar Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, untuk mencapai target 20 juta wisman pada 2019 berbagai upaya harus dilakukan di antaranya perbaikan infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology), health and hygiene dan aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi.

Menurut dia kekuatan pariwisata Indonesia pada tiga unsur yakni nature, culture, dan manmade.

"Ketiga unsur ini masing-masing akan dikembangkan sebagai produk wisata andalan secara proporsional," katanya.

Untuk nature potensinya sebesar 60 persen dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan. Sedangkan culture potensinya sebesar 35 persen dikembangkan sebagai wisata heritage dan religi; wisata kuliner dan belanja; dan wisata kota dan desa.

Untuk manmade, potensinya sebesar 5 persen dikembangkan sebagai wisata MICE dan Event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpatu (integreted resort). (ID/ant/ths)

Sunday, October 19, 2014

Arkarna Bakal Hadiri Pesta Rakyat Pelantikan Jokowi-JK

Band rock Arkarna dipastikan hadir dalam acara pesta rakyat untuk merayakan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo "Jokowi" dan Jusuf Kalla, Senin (20/10/2014).

"Ya, Arkarna sudah pasti hadir nanti," ujar Koordinator Divisi Pawai (sebelumnya disebut kirab, red) panitia pesta rakyat, Jay Wijayanto, kepada Kompas.com, Sabtu (18/10/2014). 

Jay menuturkan, sejak awal, pihaknya sudah berencana untuk mengundang Arkarna pada acara itu dengan bayaran dari dana relawan. Namun, setelah undangan itu disampaikan, band asal Inggris itu bersedia datang dan tidak dibayar sama sekali.

"Mereka sukarela datang ke sini. Kalau diundang, kira-kira dana yang keluar bisa Rp 250 juta," tambah Jay. 

Saat ditanya kemungkinan Jokowi akan nge-jam bareng Arkarna, Jay belum bisa memastikan. Namun, diharapkan Jokowi akan bertemu langsung dengan Arkarna di Monas saat menyapa masyarakat di sana.

Ketua MPR: Anggaran Pelantikan Jokowi-JK Lebih Murah dari Pelantikan Bupati

Ketua MPR, Zukifli Hasan, mengatakan biaya pelantikan presiden dan wakil presiden 2014-2019, Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak semahal pelantikan bupati. Menurut dia, biaya pelantikan Jokowi-JK pada Senin, 20 Oktober 2014 tersebut, hanya mencapai Rp 1 miliar.
"Anggaran pelantikan Rp 1 miliar. Kita anggarkan sehemat mungkin. Lebih murah dari pelantikan bupati," ujar Zulkifli usai bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di DPP Partai NasDem, Jakarta, Sabtu (18/10/2014).
Menteri Kehutanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II itu mengatakan anggaran tersebut wajar mengingat keperluannya untuk rakyat.
Anggaran tersebut juga wajar mengingat anggota MPR yang berjumlah 690 orang dan undangan sebanyak 1.200 undangan.
"Tapi tidak juga berlebihan satu miliar itu," tukas politikus Partai Amanat Nasional itu.